Senin, 27 April 2015

Jatuh Cinta?

Jatuh cinta, dengan mudah semua orang bisa mendefinisikan arti dari kata tersebut. Iya, jatuh cinta.
Berbagai macam asumsi yang diberikan oleh kaum yang menyukai romansa walau kadang mereka merasakan nelangsa karena jatuh cinta. Pernah ku dengar jatuh cinta itu bahagianya tiada tara, bunga merekah dimana-mana. Bahkan, menutupi ruang di hatimu. Sesekali juga aku mendengar, jatuh cinta itu sakit. Sudah jelas bukan, di awal --Jatuh, tentu saja sakit. Bukankah seperti itu?

Tapi kita layaknya manusia kebanyakan, terlalu mengagungkan cinta dan menyukai jatuh cinta. Padahal, seperti kata Efek Rumah Kaca, Jatuh Cinta Itu Biasa Saja. 
Ah, menurutku mana bisa biasa saja?
Jika melihat dia bersama yang lain, pasti curiga dan cemburu menghampiri.
Jika telah lama tak berjumpa, pasti rindu datang mengganggu. Jangankan lama tak jumpa, sehari saja tak tahu kabar atau melihat sosok yang dicintai, pasti secara tak sadar kita berubah menjadi pribadi yang penuh drama. Lebih banyak merenung, melamunkan wajah sang pujaan. Padahal belum tentu juga kan, yang kau rindukan sedang merindukan kau juga?
Terkecuali, bagi engkau yang memang sudah memiliki cinta yang bersambut, yang berbalas, yang berdua merasakan setiap suka dan duka yang ada. Jika kau telah menemukan dan mendapatkan cintamu, ku ucapkan selamat!

Lantas, bagaimana dengan Tuan dan Nona yang lain? Yang belum meraih cinta seseorang yang selama ini diinginkan. Sabar dan sadar ...
Mungkin, hanya itu yang bisa semesta katakan. Ya, kalau saja semesta bisa bicara pada kaum-kaum yang sedang dimabuk cinta.
Semesta melihat, semesta mendengar, serta menyaksikan tiap kuncup rasa yang mekar dan jatuh menjadi cinta diantara kita (manusia). Jadi, sabarlah dalam menghadapi seseorang yang kau rasa itu cintamu. Sadarlah dalam menyikapi setiap rasa cinta yang tumbuh pada seseorang yang kau cintai.

Kita terlalu asyik terbuai dengan keindahan saat merasakan jatuh cinta. Hingga terlalu banyak dan khilaf memuja dan memuji orang yang dicintai. Padahal sudah jelas, tak ada sosok yang sempurna dan pantas di agungkan selain Tuhan sang pemelihara semesta. Tapi kita (manusia) tak pernah mau tahu mengenai hal itu, terlalu egois dengan kebahagiaan yang kita anggap sendiri. 
Jika sudah terbiasa dengan kebahagiaan karena jatuh cinta dan (syukur-syukur) mendapatkan cinta itu, kau pasti tak mau mengenal kesedihan. Kau tak mau tahu, apa itu duka yang dibuat oleh seseorang yang kau cintai. Hingga akhirnya kau terluka oleh sesuatu yang kau anggap bahagiamu selama ini. Dan pada keadaan yang terburuk, berlanjut pada cacian yang mengutuk kesedihanmu karenanya. Lukamu mulai memberikan kesakitan yang begitu dalam di hatimu. Tanpa kau sadari, cinta yang kau banggakan itu, kini berubah menjadi sesuatu yang kau benci. Hanya karena ketidaksesuaian dengan harapanmu. Kau kutuk dalam do'a, pribadi yang juga sama diciptakan oleh Tuhan. Apa pantas yang seperti itu, kau sebut sebagai cinta?

Dimana kesenangan yang ada pada saat kau mengalami jatuh cinta? 
Jika saat kau tergores sedikit saja oleh luka yang dibuat olehnya, kau meronta dan tak bisa menerima duka.
Dewasalah jika memang kau merasa sudah pantas untuk jatuh cinta. Jangan seperti bocah yang masih mencintai gula-gula. Mudah tertawa namun sering kali menangis jika sesuatu yang di sukai tidak ada.
Untuk engkau, yang sedang jatuh pada cinta. ---

22 komentar:

  1. jatuh cinta boleh , tapi sewajarnya saja, karena di mata alloh jatuh cinta yang sebenarnya adalah ketika sudah di pertemukan dalam ikatan pernikahan,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget mba dev, semua yang berlebihan ngga pernah baik.
      Terima kash sudah berkunjung :)

      Hapus
  2. Jatuh cinta tapi cinta jangan melebihi cintanya allah.

    Atas gue bener nih. Hmmm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya jangan melebihi cinta pada Tuhan dan utusan Tuhan, Nabi Muhammad.
      Terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  3. Jgn smpek jd sperti cupatkai yak, duka sebab patah cinta hanya bikin merana semakin lama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bahagia berlebihan merasakan sedihnya pun berlebihan.
      Terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  4. Hehehe tulisan yang bagus nih. Yang penting tahu porsinya aja. Salam kenal yaa. Baru pertama nih main ke sini. hohohoh. \(w)/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, yang penting semua serba sewajarnya.
      Terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  5. jika sudah merasa pantas untuk jatuh cinta, maka sakit itu biasa. jangan mengeluh sakit karenanya~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul jev, memutuskan jatuh cinta pada seseorang harus siap menerima konsekuensi yang terjadi setelahnya.
      Terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  6. ini nih jatuh yg mengasikkan tuh, jatuh cinta
    hahay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asik kalo happy ending :)))
      Terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  7. Ada saran untuk seseorang yang sulit jatuh cinta?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba membuka hati dan berkenalan dengan orang-orang yang menurutmu menyenangkan. mungkin itu bisa membantu, lebih penting lagi sembuhkan dulu sakit hati yang ada (jika ada)
      Terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  8. kata-katanya nice banget, penuh perumpamaan en analogi..
    begitulah fitrah cinta yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  9. Ahli banget nih, ngomongin jatuh cinta. Udah berapa kali? #Ehh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah berapa kali ya? :))))
      Terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  10. Bener.. Yang cintanya belum disambut, bersabar lah :D

    BalasHapus
  11. Bersabar dan sadar, seharusnya.
    Terima kasih sudah berkunjung :)

    BalasHapus
  12. Jatuh cinta itu indah dan rasanya berjuta-juta. Jatuh cinta juga suka lupa akan segala hal x___x

    BalasHapus
  13. Lupa apa, mbak? Lupa kalau kita sendiri pun patut dicinta tanpa mencinta yang berbuah sakit.
    Terima kasih sudah berkunjung :)

    BalasHapus