Sabtu, 04 Mei 2013

Seseorang dimasa lalu

Mata yang penuh dengan cahaya harapan, itu yang bisa ku tatap saat mendengarkan dia bercerita. Bercerita tentang beberapa pria yang sudah berhasil mengambil alih sebagian pikiran di seluruh waktunya. Awalnya, dia bercerita tentang seseorang yang baru dia kenal satu tahun belakangan ini, kedua matanya masih berbinar, suaranya pun masih bersemangat menceritakan kejadian yang tak pernah dia duga sebelumnya kepadaku. yaa, wanita berhijab ini seolah-olah mendapatkan suatu kebahagiaan yang sangat besar dari Tuhan. Aku senang mendengarnya, karena memang dia pantas untuk mendapatkan kejutan yang begitu terasa cepat, bahkan terlalu cepat bagi seorang mahasiswi semester 6 fakultas ekonomi, sepertinya.

Tapi aku hanya bisa mencoba dan menjadi pendengar yang baik. Dia bercerita tentang perjuangan pria yang menginginkannya selama 1 tahun ini, dia bercerita bagaimana pria itu berjuang untuk bisa mengenal dia lebih jauh, mencurahkan isi hatinya melalui sebuah goresan pena yang terukir di dalam sehelai kertas yang terletak di beberapa halaman buku motivasi yang diberikan pria itu. Serangkaian kata-kata indah, penuh pengharapan, keinginan untuk membahagiakan dan menjadi seorang pria yang terbaik untuknya. 
"Tapi aku bingung !" ucapnya
"Aku bingung, apa yang harus ku lakukan dan katakan, karena saat kita bertemu, dia tak pernah membahas hal ini sebelumnya, kami hanya dekat seperti sahabat, kakak dan adik mungkin, kedekatan kami tak lebih dari itu ! Malah, aku lebih akrab dengan adik nya !"

Aku tersenyum, melihat ekspresi wajah wanita ini, sebenarnya apa yang membuat nya risau, sudah jelas pria itu telah menawarkan diri untuk menjadi pangeran di hidupnya.
Dia pun melanjutkan ceritanya, tentang pria ini, masih pria ini, pria yang menurutnya biasa saja tapi mampu membuat letupan-letupan kejutan di hatinya. Mengenai pria ini, sepertinya bersungguh-sungguh ! 

"Yang membuat aku heran dan kaget, dia memintaku untuk menemaninya pergi ke Bandung. Aku menerima ajakkannya, karena kebetulan pada hari itu aku ingin pulang kerumah." ucapnya
"Dan tiba-tiba saat di perjalanan, dia mengatakan maksud dan tujuan nya pergi ke kota kembang itu, kepadaku. Kamu tau ? dia bilang, kalau tujuannya pergi ke bandung hanya untuk bertemu ayah dan ibuku !"
Dia bercerita, pria itu mengatakan ingin memilikinya di hadapan kedua orang tuanya. Wahai, Tuhan ... begitu agung nya kisah cinta yang kau berikan pada sahabatku ini. Aku berpikir, bagaimana rasanya dipertemukan dengan seseorang yang menyayangi kita, yang ingin selalu ada dan menjadi yang terbaik untuk kita ? pasti menyenangkan ! Tapi ternyata pemikiranku salah, masih banyak cerita cinta yang belum dia ungkapkan kepada ku.

"Aku senang, bahagia mendengar itu semua, mendengar langsung apa yang selama ini dia rahasiakan kepada ku, selama menjalani hari bersamanya, dia selalu membuatku tersenyum. Tapi satu sisi, aku merasa bersalah, aku seperti membohongi perasaanku sendiri. Apa ini ? Perasaan apa ini ? aku tak bisa mengendalikan hatiku, saat hatiku kembali berpaling ke kehidupan masa laluku !"
ah, memang lemah ! ternyata sahabatku ini masih saja dihantui bayang-bayang cinta pertamanya. Ya, dia masih memikirkan sosok pria yang pertama kali membuat jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya. Pria yang pertama kali mengajarkan dan memberi arti cinta, sakit, sedih, bahagia, senyum dan tangis di dalamnya.

"Lalu bagaimana kabar cinta pertamamu ?" tanyaku
"Kami bertemu dan saling kenal saat duduk di bangku SMA, dia menyenangkan, aku selalu nyaman bila bersamanya. Dia berbeda dari anak SMA yang lainnya, dimataku begitu banyak kelebihan yang dimilikinya. Dia pria yang tampan dan cerdas, memiliki pendirian yang kuat dan selalu bersemangat mencapai cita-citanya. Karena itu dia memutuskan untuk melanjutkan kuliah di luar kota, sebagai seorang pacar yang perngertian, aku selalu mendukung setiap kegiatan positif yang dia lakukan. Bahkan setiap aku berbincang dengan Tuhan disela do'aku, aku tak pernah lupa menyebut namanya, setelah Ibu dan Ayah, dia lah yang selalu aku utamakan. Aku ingin dia mengetahuinya, seandainya saja dia merasakan. Kini sudah hampir 2 tahun kami tak bertemu, aku dan dia hanya berkomunikasi melalui handphone, itu pun sudah 6 bulan yang lalu, terakhir kali dia memberi kabar melalui pesan singkat kepadaku. Meski hanya itu, entah mengapa, aku selalu yakin bahwa perjuangan cinta yang aku lakukan untuknya tak akan sia-sia. aku tak mengerti mengenai status hubungan kami, apa masih berpacaran atau sudah berubah menjadi teman biasa, teman lama lebih tepatnya !" ucapnya

Dari ceritanya, dia menggambarkan jelas mengenai apa yang ada di dalam hatinya. Intinya dia senang dengan Pria yang baru dia kenal, tapi mampu membuat hari-harinya lebih bermakna, membuka kembali arti kebahagiaan di cintai oleh seseorang, tapi tetap di hati kecil yang terdalam masih ada sesosok masa lalu, yang hingga sekarang masih di pertanyakan dan dinantikan olehnya. Dia gadis yang lembut, dia tak mau di anggap egois, membohongi diri sendiri menerima seseorang yang baru namun masih selalu memikirkan dan mengutamakan seseorang di masa lalu. Oh, Tuhan ... aku tau betul perasaannya, aku tau persis apa yang dia khawatirkan. Sahabatku ini sedang berada ditengah perasaan yang membuatnya resah, tak tau apa yang harus dia perbuat, apa keputusan yang harus dia ambil, menerima seseorang yang baru, yang berusaha untuk menjadi seorang pangeran di hidupnya atau tetap bertahan, menjalani hari menuntut kepastian cinta dari cinta pertamanya di masa lalu. Ini ujian dalam menentukan kebahagiaan, sahabat ... Ini hidupmu, hatimu, kebahagiaanmu, kamu yang tentukan ! Tetap dengarkan kata hatimu, mintalah padaNya untuk selalu membimbingmu dan meyakinkan mu dalam mengambil keputusan ini :)

Seseorang, seseorang yang pertama menyentuh dinding hati, memang biasanya sulit untuk dilupakan, sangat sulit malah, tapi sangat mudah, mudah untuk selalu kita kenang. Aku kira hanya aku saja, seorang wanita yang masih sulit lepas dari bayang cinta pertama, ternyata lagi-lagi aku salah, sahabatku yang satu ini juga seperti itu. Tapi aku harap cinta pertamanya tak seperti kisah cinta pertamaku, yang tidak terlalu banyak sesuatu yang bisa ku banggakan. Yang terlalu banyak memakan waktu untuk menunggu, menunggu sesuatu yang tak pasti, tak pantas untuk diharapkan karena hanya memberi kepedihan yang hingga sekarang masih terkenang. Tapi, jika memang seperti itu, apa pantas disebut cinta ? Cinta suatu anugerah yang diberikan Tuhan pada semua mahlukNya. Cinta tidak sakit, Cinta tidak jahat, Cinta tidak menakutkan ! Yang membuat cinta begitu perih dirasa adalah orang-orang yang menjalankannya, orang-orang yang begitu egois menyakiti orang lain bahkan dirinya sendiri, hanya untuk meraih cinta. Wahai keturunan Adam dan Hawa, peliharalah hatimu untuk selalu mencintai, menyayangi seseorang yang mencintai dan dicintai olehmu.

"Untuk sahabatku, kamu begitu beruntung, Tuhan memberi yang terbaik untukmu, raihlah dan capailah kebahagiaanmu yang ada di pelupuk mata :)"

2 komentar:

  1. Cerita yang menarik, bisa menjadikan kita pribadi yang selalu bersyukur. :)

    BalasHapus