Selasa, 02 Februari 2016

Restu

Kepada senja yang selalu dirindukan
Dan aroma kopi yang tak habis kita sesap
Terkulai lemas dua otak mahluk yang bertanya
Bertanya perihal angan, mungkinkah berbuah nyata?

Kita pernah duduk berdua
Dengan kepala yang sama merunduk
Dan kepalan tangan yang seolah mencintai dengan sungguh
Dimanakah letak pelaminan yang kita impikan?

Bukankah, selama ini sudah kita lumat habis perihal perbedaan?
Soal jeda pada rindu pun sudah terbaca hingga tamat
Lalu apalagi yang membuat kita menunggu?
Yang ditunggu hanya satu, restu! 

Sebab menikah tak hanya perihal dua hati yang berpadu,
Tak melulu tentang dua kepala yang keras berseteru
Namun cara untuk meyakinkan hati Bapak dan Ibu
Agar mereka tahu, betapa anaknya ini menginginkan restu.

Melalui surat yang diantarkan melalui lini masa
Semoga saja terbaca oleh semua orang yang telah menjadi orang tua
Menghantarkan pengertian pada mereka tentang pentingnya sebuah do'a
Do'a yang mustajab yang pasti di ijabah dari restu yang dihadiahkan.





Picture from : kartun.co

 

3 komentar:

  1. Hai Risma.... CIyeee lagi pengen minta restu ya?? Semoga segera mendapatkannya ya. :D

    Masih inget sama gue gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai aryaa, hahaha ngga kok itu mah cuma sekadar tulisan aja.
      Masih dong, si pangeran wortel yang rajin ngeblog kan ?

      Hapus
    2. Hai aryaa, hahaha ngga kok itu mah cuma sekadar tulisan aja.
      Masih dong, si pangeran wortel yang rajin ngeblog kan ?

      Hapus